Yusril Klarifikasi Berita Yang Dipelintir Detik.Com

651

Netizen7.ID – Mengenai pemberitaan bahwa Yusril Ihza Mahendra menjadi pendukung Ahok, Yusril memberikan klarifikasi bahwa media tertentu memelintir esensi ucapannya. ”Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka”, tuturnya (28/11).

yusril

Terkait dengan UU Pilkada, Yusril menilai bahwa dirinya mengatakan hal yang benar meski itu pahit untuk didengar. Yusril membatasi diri bicara dari sudut hukum dan perundang-undangan agar tetap adil dan tetap berpegang pada hukum yang dihormati bersama. “Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan”, lanjut Yusril.

Lebih lanjut Yusril mengatakan bahwa dirinya sudah berulangkali mengatakan pelanggaran terhadap hukum, mesti diproses dan ditegakan keadilan. “Dalam keyakinan saya, menegakkan syari’ah dalam konteks jinayat baik hudud maupun ta’zir hal itu adalah kewenangan negara, bukan kewenangan individu. Andai saya berhasil menangkap maling di rumah saya, saya tetap tidak berwenang melaksanakan jinayat (hudud) terhadap si pencuri”, ungkapnya.

Yusril menegaskan bahwa selayaknya para elit politik mesti mengedepankan sikap gentlemen. “Saya pribadi, kalau saya bertarung dengan seseorang atau dengan kelompok manapun, saya akan bersikap gentlemen. Pertarungan harus berlangsung secara adil dan fair. Sudah sering itu saya lakukan. Saya akan tetap jadi petarung sejati, insya Allah, sampai kapanpun. Mudah2an Allah meridhai saya. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya”, paparnya.

Yusril mengajak para tokoh Islam untuk jadi pemain, bukan menjadi mainan politik kelompok-kelompok tertentu. “Jangan mudah diprovokasi kelompok lain tanpa berpikir panjang, gampang dipecah belah dan diadu domba satu sama lain. Umat Islam disuruh jadi martir, tapi kalau sudah menang, mereka ditinggal dan kemudian dikuasai kelompok lain. Tidakkah umat Islam negeri ini mau memetik pelajaran dari sejarah dengan mengedepankan rasionalitas daripada emosi?”, pungkasnya.

Yusril Ihza Mahendra menyayangkan media yang memelintir pernyataannya terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Akibat berita tersebut, tidak sedikit orang yang salah paham dan mengira Yusril mendukung Ahok. Padahal, Yusril hanya berbicara dari aspek hukum, Ahok masih bisa ikut Pilkada. Sedangkan hal lain yang dinyatakan dalam berita tersebut, Yusril tidak membenarkannya.

“Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis Detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka”, kata Yusril, Senin (28/11/2016). Karena UU Pilkada telah mengatur demikian, Yusril pun mendukung Ahok tetap ikut Pilkada. Namun terkait dugaan penistaan agama, Yusril menegaskan, keadilan harus ditegakkan.

“Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan”, lanjut pakar hukum tata negara itu. Sebelumnya, pada Ahad (27/11/2016) lalu, Detik.com mengangkat berita berjudul Yusril: Saya Dukung Ahok Tetap Maju Pilgub DKI di bawah topik Dinamika Pilgub DKI.

Pada berita itu disebutkan bahwa Yusril tampak akrab dengan Ahok dan tak lupa mendoakan agar Ahok mendapat hidayah. Yusril juga disebutkan turut memberikan semangat pada Ahok untuk terus maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya hal itu dijamin undang-undang.

“Saya dukung beliau untuk tetap maju di Pilkada ini. Menurut undang-undang yang berlaku sekarang, meskipun beliau sedang menghadapi masalah hukum tapi itu sama sekali tidak menghalangi beliau untuk maju dalam pilkada ini,” tulis Detik.com mengutip pernyataan Yusril

Bagikan