Wapres & Ketua MPR Dukung Kebijakan Bebas Visa Dievaluasi

426

Netizen7.ID – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta kebijakan bebas visa bagi warga negara lain dievaluasi karena langkah itu belum terbukti meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia.

“Ternyata bebas visa tidak menentukan kenaikan jumlah turis,” kata dia seusai sosialisasi empat pilar MPR di Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah, Senin.

Menurut Ketua MPR Zulkifli Hasan, kenaikan jumlah turis mancanegara bergantung pada kualitas tempat wisata yang ditawarkan di Indonesia. Baik itu dari segi keamanan, kenyamanan hingga fasilitas yang memadai.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengemukakan pendapat senada, apalagi saat ini isu tenaga kerja asing ilegal sedang marak di Indonesia. Dikhawatirkan program bebas visa ini disalahgunakan oleh tenaga kerja asing ilegal untuk masuk ke Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendukung dilakukannya evaluasi terkait kebijakan bebas visa yang telah diterapkan oleh pemerintah. Ia juga mengkhawatirkan, kebijakan bebas visa ini justru tak meningkatkan jumlah wisatawan di tanah air.

“Tetapi memang perlu dievaluasi juga, jangan-jangan kita sudah bebaskan tetapi wisatawannya enggak ada. Jadi perlu kita evaluasi juga, negara-negara Afrika contohnya,” kata JK di kantor Wakil Presiden.

Ia menjelaskan, kebijakan bebas visa ini awalnya dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing di Indonesia, termasuk wisatawan asal Cina. Sebab, jumlah wisatawan asing di Indonesia tercatat masih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga lainnya.

Padahal, kata JK, Indonesia merupakan negeri yang kaya akan kecantikan alam dan merupakan negeri yang besar. Menurut JK, sejumlah negara lain telah menerapkan kebijakan bebas visa sehingga angka wisatawan mereka pun jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan bebas visa tersebut.

Kendati demikian, ia tak membantah adanya dampak negatif dari pemberlakukan kebijakan bebas visa ini. Terkait banyaknya wisatawan asal Cina yang menyalahgunakan visa mereka untuk bekerja di Indonesia, JK menyampaikan hal itu juga terjadi terhadap warga Indonesia yang bekerja di Cina maupun Malaysia dengan menggunakan visa wisata.

Bagikan