Utang RI Naik Terus, Ini Penjelasan Sri Mulyani

280

Netizen7.ID – Hingga akhir Oktober 2016, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.439,78 triliun. Turun tipis Rp 5 triliun dibandingkan akhir September 2016, yaitu Rp 3.444,82 triliun. Namun jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu, utang ini masih terus naik. Utang pemerintah Indonesia trennya naik dari tahun ke tahun. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memberikan penjelasan mengenai utang ini dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) dengan tema ‘Pengantar Ekonomi dan Perekonomian Indonesia’.

“Kalau bicara utang yang terus naik, kita lihat dulu apa yang diinginkan rakyat. Yang disukai rakyat adalah tidak bayar pajak, semua harga murah, ada subsidi, tidak usah bayar sekolah, dan lain-lain,” katanya kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir di UI, Depok, Senin (28/11/2016). Jika semua itu dipenuhi, kata Sri Mulyani, maka belanja pemerintah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin besar. Kalau belanja pemerintah makin besar, maka utang pun makin besar juga.

“Untuk melakukan tugasnya, pemerintah butuh dana besar. Bagaimana bisa punya dana besar kalau masyarakat tidak mau bayar pajak. Tidak ada sesuatu yang turun dari langit, jadi harus ada sistem yang berjalan dengan baik,” ujar Sri Mulyani. Salah satu cara untuk membantu pendapatan pemerintah adalah melalui program pengampunan pajak alias tax amnesty. Jika program ini berjalan dengan baik maka pemerintah bisa menyalurkan belanja dengan lebih baik lagi tanpa harus menambah utang.

“Kita harus perbaiki efektivitas dari penerimaan dan pengeluaran itu. Kalau penerimaan rendah, bisa saja belanja dikurangi tapi nanti membuat demand turun,” jelasnya.

Bagikan