Habib Rizieq: Soekmawati Itu Gagal Paham

1683

Netizen7.ID – Hari ini Habib Rizieq tiba memenuhi panggilan Mapolda Jabar di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) Kota Bandung. Kehadiran Habib Rizieq mendapatkan pengawalan massa pendukungnya. Massa FPI sudah memadati halaman Mapolda Jabar sejak pukul 07.00 WIB. Mereka menyambut Habib dengan pekik takbir. Mayoritas massa pendukung Habib mengenakan pakaian putih-putih.

Pada pemanggilan dirinya oleh Polda Jabar, Habib Rizieq terlebih dahulu mempertanyakan pasal-pasal yang dikenakan kepadanya dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Jawa Barat. Sehingga, pemeriksaan terhadap Rizieq baru dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat istirahat pemeriksaan di Mapolda Jabar, Habib Rizieq memberikan pernyataan bahwa laporan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jabar merupakan kriminalisasi terhadap tesis ilmiah miliknya tentang Pancasila. Menurut dia, Sukmawati gagal paham soal isi ceramahnya. Buntut dari ceramah tersebut, Habib Rizieq dilaporkan ke polisi terkait dugaan penodaan lambang dan dasar negara Pancasila.

Menurut dia, ceramah tersebut merupakan bagian dari sosialisasi tesisnya yang berjudul ‘Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia’. Tesis tersebut mendapatkan predikat cum laude di University of Malaya, Malaysia.

“Sukmawati gagal paham soal ceramah saya. Ceramah saya diedit dan dipotong dan dilaporkan Sukmawati dengan penistaan Pancasila, ini enggak betul. Sama saja melakukan kriminalisasi tesis ilmiah,” Lanjut Habib Rizieq.

Habib menjelaskan dalam karya ilmiah yang dibuat salah satu babnya memang membahas sejarah Pancasila. Dia mengkritik bahwa Pancasila lahir pada 1 Juni 1945, padahal Pancasila menurutnya lahir pada 22 Juni. Hal itu yang menjadi kritikannya dalam tesis tersebut.

Selain itu, lanjut dia, dalam tesis yang dibuat dia menyertakan usulan Sukarno yang sempat memposisikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa di sila terakhir. Saat perumusan sila itu dinamakan Ketuhanan Berkewajiban menjalankan syariat bagi pemeluknya.

“Ada hal yang diingat ada redaksi yang diajukan Bung Karno di dalam Pancasila sila Ketuhanan ada di akhir. Sila kelima. Dan ini ditolak oleh ulama dalam sidang BPUPKI. Di sana ada haji Wahid Hasyim pimpinan NU, ada Agus Salim pimpinan Sarekat Islam. Nah mereka menolak usulan itu soal redaksi itu. Para ulama meminta menaikkan menjadi sila pertama Ketuhanan itu,” papar Rizieq.

Menurut dia apa yang dilaporkan Sukmawati tidak tepat. Habib menduga Sukmawati sama sekali tidak mengetahui bahwa ia pernah menulis tesis mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

“Karena artinya itu melaporkan karya ilmiah. Ini noda bagi dunia akademik. Jangan tesis ilmiah dikriminalkan. Harusnya diuji. Dan salah satu penguji saya profesor dari Indonesia yang menggeluti ketatanegaraan Indonesia.

Yang jadi persoalan kalau dia (Sukmawati) enggak terima tesis. Bisa lawan lagi dengan tesis. Jangan tesis lawan laporan,” Tutup Habib Rizieq.

Bagikan