Sidang Ketiga, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Pembelaan Ahok

3691

Netizen7.ID – Persidangan ketiga kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dengan agenda pembacaan putusan sela dimulai. Majelis hakim bergantian membacakan putusan tersebut.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan sela dibacakan secara bergantian. Sidang ketiga ahok masih digelar di gedung eks PN Jakpus di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016) dimulai pukul 09.00 WIB.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi mengatakan putusan sela akan dibacakan ini berlandaskan surat dakwaan yang disusun jaksa, nota keberatan dari terdakwa dan kuasa hukum serta tanggapan jaksa atas nota keberatan.

Dalam hasil putusan sela ini memutuskan menolak eksepsi dari Tim Penasihat Hukum Ahok. Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi mempersilahkan Ahok dan Tim Pembela Hukum untuk mempersiapkan agenda pembelaan pada sidang lanjutan pada tanggal 3 Januari 2017.

Majelis hakim menilai eksepsi Ahok tidak beralasan menurut hukum sehingga sidang harus lanjut ke pokok perkara.

“Menyatakan keberatan terdakwa tidak dapat diterima, menyatakan sah menurut hukum dakwaan penuntut umum sebagai dasar perkara terdakwa atas nama Basuki Tjahaja Purnama,” ujar ketua majelis hakim H Dwiarso Budi, dalam sidang putusan sela di PN Jakut, Jl Gajah Mada, Selasa (27/12/2016).

Dalam pertimbangannya majelis hakim menganggap keberatan Ahok soal surat dakwaan tidak cermat dan tidak tepat itu tidak beralasan menurut hukum. Hakim menganggap sidang perlu dibuktikan hingga ke pokok perkara.

“Memerintahkan sidang lanjutan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, Maka keberatan terdakwa akan diputus setelah pemeriksaan alat bukti, menyatakan keberatan tidak dapat diterima” ujar Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi.

Terkait pembelaan Ahok yang tidak berniat menistakan agama Islam, hakim menilai hal itu perlu dibuktikan di sidang pokok perkara.

Dalam pembacaan putusan sela, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi sempat menegur Ahok dalam persidangan saat tengah membacakan putusan karena di anggap menyela pembacaan putusan hakim.

“Saudara ya, perhatikan ya, tidak perlu dikomentari,” ujar Dwiarso dalam persidangan di Gedung PN Jakarta Utara, Selasa.

Dwiarso membacakan empat putusan sela majelis yang menyatakan:

  1. Keberatan terdakwa Ahok dan penasihat hukumnya tidak dapat diterima.
  2. Menyatakan sah menurut hukum surat dakwaan penuntut umum sebagai dasar putusan pekara pidana.
  3. Menyatakan untuk melanjutkan pemeriksaan pekara, keempat, menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir.

“Pembacaan putusan selesai, demikian putusan sela yang sudah diucapkan majelis, terhadap putusan ini untuk terdakwa dan penasihat hukumnya bisa mengajukan upaya hukum apabila tidak sependapat dengan majelsis,” kata Dwiarso.

“Untuk upaya hukum tersebut akan kami catat dan kami daftarkan nanti, dan akan kami kirimkan ke pengadilan tinggi apabila terhadap pekara pokok tersebut ada upaya tandingnya. Saya kira sudah jelas, sebagaimana perintah dari pada putusan tersebut maka sidang pekara terdakwa akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” tambah dia.

Bagikan