PKS Sebut Keputusan Hakim Soal Fahri Ancam Eksistensi Partai

627

Netizen7.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan Fahri Hamzah merupakan ancaman terhadap demokrasi dan eksistensi partai politik di Indonesia.

Menurut Penasihat Hukum DPP PKS, Zainuddin Paru, putusan tersebut mengakibatkan partai politik tidak dapat menegakan aturan partai yang terkandung dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Aturan itu merupakan pedoman partai politik dalam menjalankan roda organisasi, termasuk dalam hal memecat anggotanya yang melanggar AD/ART.

Menurut dia, majelis hakim dalam memutuskan perkara gugatan terhadap PKS juga telah mengesampingkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang partai politik, yang telah mengatur secara khusus mengenai tata cara penyelesaian perselisihan internal partai politik.

“Keputusan ini sangat berbahaya bagi demokrasi dan eksistensi partai politik, karena partai politik tidak dapat menerapkan aturan dan disiplin organisasi yang telah diatur dalam AD/ART-nya,” jelas Zainuddin dalam keterangan tertulis pada Kamis, 15/12/2016.

Zainuddin menjelaskan, AD/ART PKS adalah produk hukum internal organisasi yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga, apapun keputusan organisasi yang didasarkan kepada AD/ART tersebut adalah sah menurut hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Zainuddin juga menyesalkan putusan majelis hakim yang tidak mempertimbangkan fakta-fakta persidangan. Di mana seluruh alasan gugatan Fahri Hamzah telah dijawab dan diluruskan oleh saksi-saksi dan bukti-bukti yang diajukan.

Meskipun demikian, dia tetap menghormati keputusan Majelis Hakim PN Jaksel. Zainudin menegaskan, akan menempuh upaya hukum banding untuk mendapatkan kepastian hukum.
“Kami menyatakan banding atas putusan ini,” tandas Zainuddin.

Bagikan