Penyelundup Cina Terus Pasok Barang Haram Ke Indonesia

257

Netizen7.ID – Beberapa hari ini, publik Indonesia dikejutkan dengan penemuan bibit cabai yang mengandung bakteri yang di sinyalir berasal dari Cina. Benih Cabai Illegal asal Cina ini sangat membahayakan Produksi Nasional Petani Cabai Indonesia dikarenakan positif terdapat Bakteri Erwinia Chrysanthemi. Bakteri ini merupakan OPTK Golongan A1 Golongan 1 (belum ada di Indonesia) dan tidak dapat diberikan perlakuan apapun selain Eradikasi atau Pemusnahan.

Bakteri Erwinia Chrysanthemi dapat menimbulkan kerusakan atau kegagalan produksi hingga mencapai 70%. Data BPS, Produksi Cabai Nasional tahun 2014 sebesar 1,075 juta ton dan estimasi harga cabai hari ini Rp. 60.000,- maka potensi kerugian ekonomi produksi cabai dapat mencapai 45,1 Triliun. Selain itu bakteri ini juga dapat menyerang dan menular pada tanaman-tanaman lain yang ada di Indonesia termasuk bawang.

Temuan bibit cabai mengandung bakteri ini berawal ketika Tim P2 (Pengawasan dan penindakan) Badan Karantina Pertanian menemukan benih Illegal ini atas kerjasama Kantor Imigrasi Kelas I Bogor yang menangkap 4 (empat) Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok pada Tanggal 8 November 2016. WNA asal Tiongkok tengah melakukan aktifitas bercocok tanam Cabai. Aktifitas ini melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, di antaranya terkait penyalahgunaan izin tinggal.

Atas kecurigaan terhadap aktifitas bercocok tanam Cabai yang dilakukan oleh keempat WNA Tiongkok tersebut, pada Tanggal 15 November 2016, Tim P2 Badan Karantina Pertanian segera berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Bogor untuk menahan benih cabai dan tanaman cabai yang terdapat di lahan pertanaman Cabai yang berlokasi di perbukitan (+ 500 mdpl) Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Tak berhenti disitu, kemarin pihak beacukai dan kepolisian menyita 9kg dan 26kg sabu asal Cina dari dua tempat berbeda yaitu Medan dan Batam.

Dari Medan, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap dua tersangka pengedar sabu seberat 9 kg yang disimpan dalam dua buah tas sandang. Sebelum ditangkap, kedua tersangka ini telah menerima sabu sebanyak 15 Kg dari seorang bandar. Dari 15 Kg itu, 6 Kg diantaranya telah dipasarkan di Medan,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Res Narkoba, Kompol Boy J Situmorang. Kedua tersangka ini merupakan bagian dari jaringan internasional yang berasal dari Cina, sabu ini kemudian dipasok ke Malaysia dan dikirim ke Aceh.

Di Batam secara terpisah, kemarin Pihak Bea Cukai dan Kepolisian juga menyita 26kg lebih sabu asal Cina yang disimpan di balik dua lukisan. Menurut Kapolda Kepri Brigjend Pol Sam Budigusdian, penangkapan pelaku setelah dilakukan kerjasama dengan Bea dan Cukai.
Kedua paket barang haram ini ditemukan dalam bungkus aluminium foil yang dibungkus secara rapi di balik lukisan lukisan Bunda Maria.

Indonesia kerap kali menjadi sasaran Asing didalam perderan Narkoba dan perderan barang-barang haram lain nya. Semoga pihak bea cukai dan kepolisian Indonesia bisa mengungkap sumber dari kedua kasus ini yang membahayakan bagi anak bangsa.