Masuknya Narkoba, Buwas Katakan Ada Pengkhianat Dari Dalam Indonesia Sendiri

125

Netizen7.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional, Budi Waseso ikut menghadiri deklarasi perang melawan narkoba. Itu merupakan deklarasi perang dari sedikitnya 13 ormas Islam yang bernaung di Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

“Selama ini kalau bertindak malah kita yang di-bully, malah dibilang melanggar HAM, padahal yang kita tindak itu pelaku pelanggaran HAM berat”, terang Budi Waseso yang akrab di sapa buwas saat memberi paparan di Deklarasi Perang Melawan Narkoba di hadapan ormas-ormas Islam, Kamis (22/12).

Ia mengungkapkan, Desember lalu baru ia baru saja bertemu dengan Presiden Jokowi, Presiden sendiri sudah memberikan dukungan perang melawan narkoba. Mendapat dukungan Presiden, Buwas sendiri merasa tidak mendapatkan dukungan dari para pembantu-pembantu Presiden, yang selama ini memang ia rasakan tidak berbuat apa-apa.

Buwas menuturkan, sebagian besar kementerian yang ada di Kabinet Kerja masih merasa perang melawan narkoba bukan bagian tugas mereka dan merasa ini hanya tanggung jawab dari BNN dan Polri. Bahkan, ia sempat mendapat serangan bertubi-tubi dari setidaknya tiga LSM asal Indonesia saat berada di AS, yang menggembor-gemborkan hukuman mati bandar dan pengedar sebagai pelanggaran HAM.

“Pelemahan itu terus dilakukan, jadi ada pengkhianatan dari dalam bangsa Indonesia itu sendiri,” ujar Buwas.

Terkait itu, Buwas sempat menceritakan agenda-agenda dari jaringan narkotika di Indonesia, yaitu regenerasi pangsa pasar yang memang gencar dilakukan. Menurut Buwas, saking kejamnya jaringan-jaringan narkotika ini, mereka yang jadi bandar dan pengedar sudah tidak kenal lagi belas kasihan, dan menyebarluaskan narkoba ke anak-anak kecil.

“Begitu biadabnya, mereka meracuni anak-anak dan cucu-cucu kita yang sedang sekolah,” kata Buwas.

Hal itu yang menjadi alasan apresiasinya, karena merasa dukungan deklarasi perang narkoba dari ormas Islam sangat berarti sebagai kekuatan BNN. Ormas-ormas itu di antaranya Nahdlatul Ulama, Persis, Al Irsyad, Mathlatul Anwar, Al Washliyah, Syarikat Islam, Perti, Al Ittihadiyah, Az Zikra, Persatuan Islam Tionghoa, Ikadi, PUI, dan HBMI.

Selain ormas Islam, deklarasi turut dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Dewan Kehormatan DPD AM Fatwa dan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. Deklarasi berisikan lima poin, yang dibacakan Ketua Umum LPOI dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj.

Bagikan