Kepolisian Mulai Selidiki Berkas Jokowi di KPUD Solo

10479

Netizen7.ID – Penyidik Bareskrim Polri mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Solo terkait buku ‘Jokowi Undercover’ yang ditulis Bambang Tri Mulyono. Kedatangan itu untuk mengambil berkas-berkas yang diajukan Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai walikota pada periode pertama 2005 silam.

Ketua KPUD Kota Solo Agus Sulistyo mengatakan, ada 4 penyidik Bareskrim dengan didampingi petugas dari Polresta Surakarta yang menemuinya pada Kamis dan Jumat pekan lalu. Kepada Agus, penyidik mengatakan berkas-berkas itu akan dipelajari terkait penyidikan terhadap Bambang Tri.

“Ada satu bundel foto copy yang sudah kami cetak sebagai buku dengan judul ‘Regulasi Pilkada’ yang dibawa oleh petugas. Buku tersebut dibawa dan kami menerima surat resmi dari Bareskrim terkait serah-terima barang tersebut,” kata Agus, Selasa (3/1/2017).

Sebab dalam buku ‘Jokowi Undercover’, Bambang Tri menuding Jokowi sebagai anak seorang tokoh PKI dan selanjutnya memalsukan data-data pribadi ketika mencalonkan dirinya sebagai pejabat publik baik saat mengikuti pemilihan wali kota, gubernur, maupun presiden.

Bambang Tri Mulyono ditangkap polisi atas laporan dari Michael Bimo Putranto yang merasa difitnah dalam buku ‘Jokowi Undercover’. Dari pemeriksaan awal, polisi menilai Bambang menulis berdasar sangkaan pribadi dan tidak memiliki dokumen pendukung.

Sebelumnya, keluarga Jokowi di Solo juga sudah membantah tudingan Bambang Tri. Ibunda Jokowi, Sudjiatmi, menegaskan tuduhan Bambang Tri tidak benar. Dia bahkan bahkan mendokan Bambang Tri segera mendapat bimbingan dari Tuhan, sembari berharap agar di tahun baru ini semua fitnah bisa mereda.

Hal senada juga disampaikan oleh kakak kandung Sudjiatmi, Miyono. Dia menegaskan semua tudingan yang menyebut Jokowi sebagai anak tokoh PKI adalah fitnah tanpa dasar. Jika memang memalsukan data, Miyono yakin keponakannya itu tidak akan lolos dalam seleksi pencalonan kepala daerah maupun presiden.

Bagikan