Kebakaran Hutan Terbesar Sepanjang Sejarah Israel, Balasan Dari Kekejian Mereka?

168

Netizen7.ID – Kebakaran besar yang melanda Israel turut memanaskan jagat dunia maya. Tanda pagar (tagar) #Israelisburning menjadi trending topic di kawasan Arab, Kamis pagi, 24 November 2016. Umumnya, pengguna hashtag ini merayakan bencana yang menimpa Israel. “Sangat bahagia melihat negara teroris Israel terbakar,” cuit @feras_shaat.

“Lihatlah murka Tuhan. Berharap melihat api menyebar ke Tel Aviv. Senang melihat Israel terbakar,” tulis @maurish24. Serangan hashtag ini mendapatkan balasan dari para penduduk dan masyarakat yang pro-Israel. Salah satu balasan cuit datang dari Ofir Gendelman.

Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk media-media Arab ini menyebut orang-orang yang senang melihat Israel terbakar sebagai kebencian fanatik yang hina. “Arab & Palestina di media sosial bersukacita atas kebakaran hutan yang telah meletus di seluruh Israel. kebencian fanatik tercela. #Israelisburning,” katanya. Tidak hanya itu, beberapa akun mengaitkan kebakaran di Israel akibat ulah pemerintah yang melarang masjid menggunakan pengeras suara untuk azan. Mereka menyebut kebakaran ini sebagai bentuk balasan bagi musuh-musuh Islam.

Salah status tweet yang paling banyak di-retweet dan disukai datang dari seorang imam terkemuka di Kuwait yang memiliki sebelas juta pengikut. Ia mengunggah foto-foto kebakaran di Israel disertai keterangan. “Semua yang terbaik untuk kebakaran,” cuitnya ditambah dengan emoticon senyum. Para pendukung Israel pun membela diri dan menyindir mereka yang bersukaria di atas kejadian ini. “Untuk semua orang Arab yang merayakan #Israelisburning: kebakaran ini akan segera berakhir, namun #Israel akan mengingat kebencian yang membakar di dalam diri kamu!” tulis @zlando.

kebakaran-israel-2

Kebakaran hutan melanda sejumlah wilayah di Israel sejak Selasa hingga Kamis. Pemerintah menduga kebakaran ini disengaja. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, upaya pembakaran hutan dan segala hasutan untuk membakar adalah aksi teror. “Siapa pun yang mencoba membakar bagian dari Negara Israel akan dihukum berat,” katanya. Sebagian besar kota pelabuhan Haifa di utara Israel terbakar hebat. Kejadian ini berawal dari kebakaran semak pada Selasa 22 November.

Namun karena cuaca kering dan angin kencang, pada Kamis 24 November, api menjalar dan membesar. Hutan-hutan sekitar hangus, rumah-rumah terbakar, dan ratusan ribu warga terpaksa dievakuasi. Ditanya bagaimana dan berapa lama Haifa akan melawan kebakaran hebat, Wali Kota Yona Yahav menjawab, “Pertanyaan itu harusnya Anda tanyakan kepada Tuhan. Hanya Dia yang sanggup memadamkan api ini.” Demikian seperti dikutip New York Times, Jumat (25/11/2016).

kebakaran-israel-4

Pemerintah Israel mengatakan, kebakaran menjadi liar dan hebat dipicu juga oleh angin kencang ditambah pula dengan udara yang kering. Namun, mereka menemukan ada indikasi disengaja. Menteri Pendidikan Israel, yang juga pemimpin kelompok garis keras Jewish Home menuduh bahwa ada sekelompok Arab atau Palestina yang terlibat dalam kebakaran hebat itu. “Hanya mereka yang tidak memiliki negara yang mampu melakukan pembakaran itu,” tulis Naftali Bennett di Twitter-nya. Komentarnya itu membuat marah kelompok Fatah yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas. Mereka mengatakan pihak Israel sengaja mengeksploitasi kebakaran untuk menuduh Palestina.

Tak hanya Palestina, negara-negara Arab protes terhadap tuduhan Israel bahwa pelaku adalah Palestina. Mereka mengklaim bahwa tanah mereka turut terbakar. Para pemimpin Arab itu mengutuk tuduhan tak adil terhadap keturunan Arab warga Israel. Ahmad Tibi, mantan anggota DPR di Parlemen Israel menulis di Twitter, “Saya telepon Wali Kota Yona Yahav, rumah-rumah kami terbuka untuk evakuasi. Sedih dan menyakitkan. Mari bergandeng tangan untuk membinasakan api dan mari kita padamkan hasutan yang mengandung api.” Pemadam kebakaran Israel kini jauh lebih siap dalam menghadapi kebakaran. Kota Haifa pernah dilanda tragedi yang sama pada 2010 ketika Bukit Carmel terbakar. Lebih dari 40 petugas tewas saat memadamkan api tersebut.