Jokowi Minta Nilai Rupiah Diukur Dengan Yuan China

1234

Netizen7.ID – Presiden Joko Widodo mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat saat ini tidak bisa lagi dijadikan patokan untuk mengukur ekonomi Indonesia. Ia meminta masyarakat juga mengukur nilai tukar rupiah dengan mata uang negara lain, seperti yuan China.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan 100 Ekonom yang digelar Indef Jakarta, Selasa (6/12/2016). Jokowi menuturkan, pasca-terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika, mata uang berbagai negara termasuk Indonesia mengalami pelemahan terhadap US dollar.

yuan

Donald Trump dengan kebijakan “America first” akan lebih membuat AS berjalan sendiri. “Artinya, kurs rupiah-dollar semakin tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia, tetapi semakin mencerminkan kebijakan ekonomi AS yang saya sampaikan jalan sendiri tadi,” ungkap Jokowi.

“Menurut saya, kurs rupiah dan dollar bukan lagi tolok ukur yang tepat,” kata Jokowi. Sebab, lanjut dia, ekspor Indonesia ke Amerika saat ini tidak begitu signifikan, hanya 10 %.

Masyarakat dan dunia usaha mulai mengukur Indonesia dengan mitra dagang terbesarnya. Saat ini, lanjut Jokowi, China adalah mitra dagang terbesar bagi Indonesia, dengan total ekspor mencapai 15 persen. Sementara itu, Eropa 11,4 % dan Jepang 10,7 %.

“Kalau Tiongkok (China) terbesar ya harusnya rupiah-renminbi relevan,” tutup Presiden Jokowi.

Bagikan