Fredy Tuhenay (Iwan Bopeng) Memohon Maaf Setelah Dijadikan DPO Oleh Beberapa Anggota TNI

36564

Netizen7.ID – Seorang lelaki yang diduga pendukung pasangan cagub-cawagub nomor urut 2, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok memarahi petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) lantaran adanya warga yang tak bisa menggunakan hak pilihnya. Tak jelas awal mula permasalahan tersebut tetapi aksi Fredy Tuhenay yang viral dimedia sosial ini berbuntut panjang.

Fredy yang saat itu memakai kemeja kotak-kota mengaku sebagai warga muslim dan mengacam petugas TPS untuk memperkarakan kasus tak diperbolehkannya warga menggunakan hak pililihnya di TPS tersebut.

“Kenapa kita enggak bisa fleksibel. Ini haknya beliau (sambil menujuk pemilih yang tak dapat menggunakan hak pilihnya). Kalau kalian enggak bisa fleksibel saya perkarakan ini. Jelas saya perkarakan” ancam Fredy di depan petugas TPS.

Dia juga mempertanyakan salah seorang anak kecil yang duduk di sekitar TPS. Bahkan, Tak sampai di situ tangannya juga menunjuk anggota TNI yang tengah berada di TPS tersebut.

“Eh tentara guwa potong di sini. Apalagi lo ya,” ucap dia sambil tangannya menunjuk-nunjuk yang kemudian dihalang oleh petugas dan warga yang berada di TPS.

Lelaki yang menjadi pendukung pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 ini kontan menyulut emosi beberapa Anggota TNI. Anggota TNI yang melihat video rekaman Fredy Tuhenay geram melihat perilaku Fredy Tuhenay dengan meluapkan kemamarahan dan memperlihatkan aksi memotong/menyayat badan mereka sembari memberikan ancaman kepada Fredy Tuhenay yang telah berani mengancam anggota TNI.

Viralnya video Fredy Tuhenay saat berada di TPS, membuat Fredy Tuhenay akhirnya meminta maaf kepada seluruh pihak TNI. Pada video tersebut Fredy alias Iwan Bopeng meminta semua pihak memaafkan atas kata-kata yang dia ucapkan baik kepada panitia TPS maupun anggota TNI yang berada di TPS. Kita tunggu bagaimana respon dari anggota TNI.

Bagikan