Harga Cabai Meroket, Warga Pilih Beli Cabai Busuk

117

Netizen7.ID – Harga cabai rawit di sejumlah pasar di daerah Karawang, Jawa Barat, mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Akibatnya, sejumlah warga Karawang lebih memilih cabai busuk yang harganya jauh lebih murah, yakni Rp 65 ribu.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Baru Karawang, Iwan mengaku mahalnya harga cabai rawit saat ini menyebabkan sejumlah warga membeli cabai busuk.

“Memang saat ini banyak juga warga yang membeli cabai rawit busuk. Belinya tidak banyak hanya seperempat, kadang itu pun mereka campur dengan cabai rawit yang masih bagus,” ujar Iwan, kemarin.

Dikatakan, harga cabai rawit busuk memang lebih murah. Bahkan dirinya mengaku menjual dengan harga setengahnya.

“Saat ini harga cabai rawit Rp130.000/kilogram, karena memang permasalahan pasokan yang kurang dari pasar induk. Kalau cabai rawit busuk saya jual setengahnya dari Rp 50 ribu hingga Rp65.000/kilogram,” katanya.

Ia mengatakan, warga yang biasa membeli cabai rawit busuk biasanya akan digunakan untuk berdagang, seperti digunakan untuk membuat sambal. “Tidak seutuhnya busuk, warga kadang-kadang pilih-pilih, mana yang masih layak atau nggak,” katanya.

Iwan mengaku, cabai busuk biasanya dijual kepada sejumlah pengepul yang akan menggunakannya sebagai campuran pembuatan saos atau sambal dari para pengusaha rumahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Karawang, Abdul Aziz menghimbau kepada warga untuk tidak mengkonsumsi cabai busuk. Mengkonsumsi cabai busuk dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan.

“Ya jangan lah, nama juga sudah busuk. Kita khawatirkan akan mengkonsumsinya. Jadi kami menghimbau warga untuk tidak menggunakan cabai rawit busuk,” ujarnya.

Untuk mengakali setiap harga cabai yang meroket, Aziz mengimbau agar warga untuk melakukan gerakan menanam di perkarangan rumah. “Lebih bagus warga mulai menanam cabai di rumah. Ketika harga cabai naik, mereka tidak perlu bingung,” terangnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai rawit saat ini, masih disebabkan karena minimnya pasokan dari wilayah sentral cabai ke sejumlah pasar induk yang menjadi langganan para pedagang tradisional di Karawang.

“Mudah-mudahan kondisi panen di sentral cabainya semakin membaik,” pungkasnya.