Maraknya Berita Hoax, Pemerintah Harusnya Koreksi Diri

153

Netizen7.ID – Maraknya berita hoax di media sosial, membuat pemerintah memperketat pengawasan. Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai, berita bohong alias hoax tidak akan dipercaya apabila pemerintah bisa bekerja dengan baik.

“Karena itu, pemerintah tidak bisa serta-merta menyalahkan masyarakat, karena maraknya berita hoax tersebut mencerminkan kinerja pemerintah yang kurang berperan baik sebagai sumber informasi,” terang Sukamta.

Anggota Komisi I DPR ini mencontohkan, salah satunya dalam kasus jumlah tenaga kerja asing (TKA) asal China. Presiden dan para menteri menyebutkan data yang berlainan satu sama lain. Dalam kasus jumlah TKA asal China, pemerintah bahkan tidak bisa satu suara dalam menyampaikan data kebijakan kepada publik.

“Akhirnya, masyarakat bereaksi yang benar siapa ini. Menkopolhukam, Menaker, Kominfo, Presiden, atau siapa? Akhirnya, ini pasti ada yang bohong di antara empat pihak. Yang benar satu, yang lain bohong,” lanjut Sukamta.

Sukamta melanjutkan, di media sosial marak penyebab berita hoax akibat rasa penasaran masyarakat atas kebijakan pemerintah yang tidak disosialisasikan dengan komprehensif.

“Kalau masalah hoax ini relatif saja, karena produksi berita bohong potensinya yang terbesar itu pemerintah, bukan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Sukamta menyarankan, agar pemerintah sebaiknya memperbaiki sistem dan penyampaian kebijakan sebelum bereaksi atas berita hoax.

“Kalau pemerintah bekerja sangat baik, insya Allah yang hoax itu akan hilang sendiri,” ujarnya.

Bagikan