Penghinaan Pancasila Di Fasilitas Militer Australia, TNI Putuskan Hubungan Kerjasama

4636

Netizen7.ID – Pemerintah Australia langsung bereaksi atas keputusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan kerja sama militer dengan Negeri Kanguru. Kini, Australia tengah menyelidiki hal di fasilitas militernya di Perth yang dianggap melecehkan Indonesia.

Pemerintah Indonesia menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia, setelah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berlatih bersama pasukan komando Australia di salah satu tempat pelatihan militer di Perth.

Seorang instruktur Kopassus merasa ada materi dalam pelatihan itu yang menghina Indonesia. Menurut instruktur itu, materi itu merendahkan lima dasar negara Indonesia, Pancasila.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengungkapkan, ada materi dalam bahan ajar kerja sama militer yang dipersoalkan Indonesia. Angkatan bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) pun menyeriusi persoalan itu untuk dituntaskan.

Menurutnya, Komandan ADF Marsekal Mark Binskin telah menyurati Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Isinya, ADF memastikan persoalan itu akan ditangani secara serius. Payne menambahkan, Australia sudah menerima pemberitahuan dari Indonesia perihal penghentian kerja sama militer itu. Keputusan itu juga sudah berimbas ke kerja sama sektor pertahanan lainnya.

 

“Indonesia telah memberitahu Australia bahwa kerjasama peryahanan akan ditangguhkan. Akibatnya beberapa interaksi antara dua organisasi pertahanan (ADF dan TNI) telah ditunda hingga masalahnya terselesaikan,” tegasnya. Namun, Payne memastikan hanya kerja sama militer saja yang ditangguhkan. “Kerja sama di bidang lainnya tetap berlanjut,” katanya.

Dilain pihak, Panglima Tentara Australia Marsekal Mark Binskin dalam suratnya yang dilayangkan ke Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, juga akan segera menyelidiki materi latihan militer Australia yang dinilai menghina Indonesia dan dasar negara Pancasila.

“Angkatan bersenjata Australia mencermati secara serius isu yang berkembang dan investigasi atas peristiwa ini dalam proses rampung,” kata Binskin seperti dikutip dari Guardian, 4 Januari 2017.

Bagikan