Untuk Pertama Kalinya, Amerika Tidak Mendukung Kebijakan Israel

1176

Netizen7.ID – Setelah Amerika Serikat menyatakan abstain dalam pemungutan suara, Dewan Keamanan PBB, Jumat kemarin mengesahkan resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki mereka.

Abstain nya Amerika dalam keputusan ini melihatkan perubahan kebijakan pemerintah Amerika Serikat, yang sebelumnya melindungi Israel dari langkah-langkah PBB. Ini terjadi di ujung masa jabatan kedua sekaligus terakhir Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Rancangan resolusi diusung Selandia Baru, Malaysia, Venezuela, dan Senegal, untuk dimajukan dalam pemungutan suara, Jumat, satu hari setelah Mesir menarik rancangan di bawah tekanan Israel dan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

Israel dan Trump sebelumnya meminta Amerika Serikat untuk menggunakan hak veto (hak menolak) pengesahan rancangan di tingkat Dewan Keamanan PBB. Rancangan resolusi akhirnya disahkan setelah 14 negara menyatakan mendukung. Keputusan itu disambut dengan tepuk tangan meriah.

Resolusi pada Jumat merupakan yang pertama kalinya disahkan Dewan Keamanan menyangkut Israel dan Palestina selama hampir delapan tahun terakhir ini. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengeluarkan resolusi yang memerintahkan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di lahan Palestina.

Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power memaparkan mengapa negaranya memutuskan abstain atas keputusan ini. Menurutnya hal itu datang dari kekhawatiran dari ekspansi warga Yahudi yang mengancam solusi dua negara yang ditujukan untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel.

“Kami tidak bisa menghalangi resolusi ini karena terus mencari jalan peluang agar kedua negara bisa hidup berdampingan dalam damai,” tutur Dubes Power, seperti dikutip AFP, Sabtu (24/12/2016). “Masalah pemukiman terus memburuk dan kini mengancam kelangsungan upaya solusi dua negara,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyambut baik diloloskannya resolusi itu. Ban menyebutnya sebagai langkah signifikan dan memperlihatkan kepemimpinan dari DK PBB serta upaya komunitas internasional agar menjaga terwujudnya solusi dua negara. Resolusi ini mengharuskan Israel secepatnya menghentikan secara keseluruhan aktivis pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. Termasuk di wilayah Yerusalem Timur.

Hingga saat ini ada sekitar 430 ribu warga Israel yang tinggal di Tepi Barat dan 200 ribu lainnya di Yerusalem Timur. Kedua wilayah itu nantinya akan dijadikan sebagai wilayah Palestina merdeka.

Bagikan