76 PSK Wanita Asal Cina Diciduk Imigrasi Pada Malam Pergantian Tahun

982

Netizen7.ID – Direktorat Jenderal Imigrasi menciduk 76 wanita kewarganegaraan China di sejumlah klub malam di Jakarta dalam operasi selama dua malam, 30 dan 31 Desember 2016. Penangkapan ini didasarkan hasil penyelidikan karena puluhan wanita tersebut menyalahi aturan keimigrasian dan bekerja ilegal dengan menjadi terapis pijat, pemandu karaoke, dan pekerja seks.

“Tanggal 30-31 Desember 2016 kemarin, kami operasi serentak terhadap orang asing di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta. Sebanyak 76 perempuan berkewarganegaraan RRT (China) berusia 18-30 tahun diamankan,” kata Direktur Penindakan dan Pengawasan Keimigrasian Yurod Saleh di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Minggu (1/1/2017).

Dalam oprasi tersebut ditemukan sejumlah barang bukti, seperti paspor, uang tunai, alat kontrasepsi, dan pakaian dalam. “Ada paspor mereka yang semua berwarga negara RRT, kondom, pelumas, dan uang senilai kurang lebih Rp 15 juta,” imbuh Yurod.

Mereka akan diselidiki lebih lanjut di rumah detensi. Hal ini untuk proses pengembangan dan sanksi hukuman terhadap mereka dan juga pihak lain yang terlibat seperti germo dan lainnya. “Mereka masih akan kita dalami di pemeriksaan keimigrasian, nantinya bisa dikenakan denda, sanksi, atau pun penjara selama 5 tahun,” ujar Yurod.

Target dari kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Desember itu adalah tempat-tempat hiburan yang diduga memfasilitasi kegiatan orang asing yang dilakukan secara ilegal. Direktur Pengawasan dan Penindakan Orang Asing Direktorat Jenderal Imigrasi, Yurod Saleh menuturkan, dalam operasi yang dilakukan di Jakarta telah diamankan 76 perempuan berkewarganegaraan Republik Rakyat China dengan rentang usia 18 hingga 30 tahun.

“Melakukan kegiatan sebagai terapis pijat, pemandu lagu serta Pekerja Seks Komersial (PSK),” ujar Yurod dalam konferensi pers di lobi Kantor Ditjen Keimigrasian, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (1/1/2017). Tarif yang dipatok untuk 76 perempuan tersebut berkisar Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta. Mereka terjaring dari tiga tempat hiburan di Jakarta.

Turut diamankan barang bukti berupa 92 paspor kewarganegaraan RRC, kwitansi atau bukti pembayaran, uang sekitar Rp 15 juta, telepon genggam, tas, pakaian dalam, dan alat kontrasepsi.

Bagikan