6000 Lebih Warga Sipil Dievakuasi Dari Aleppo Timur

728

Netizen7.ID – Selama 24 jam pertama operasi evakuasi, sebanyak 6.462 warga sipil, termasuk 3.000-an gerilyawan dan 301 warga yang terluka telah meninggalkan Aleppo timur. Demikian hal itu dilaporkan Sputnik, mengutip keterangan yang dirilis pusat rekonsiliasi Rusia di Suriah, Jumat 16/12/16. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan kesepakatan ini diambil setelah rencana evakuasi sehari sebelumnya batal karena bentrokan.

Selain itu, pusat rekonsiliasi juga mengatakan bahwa penarikan militan dan anggota keluarga mereka dari Aleppo timur, Suriah, terus dilangsungkan di bawah pengawasan prajurit dari pusat rekonsiliasi Rusia.

Penarikan militan beserta anggota keluarga mereka keluar dari wilayah timur Aleppo dengan kendaraan terus berlangsung di bawah pengawasan prajurit dari pusat rekonsiliasi Rusia. Selama tiga minggu terakhir, tentara Suriah telah membebaskan lebih dari 98 persen wilayah Aleppo timur yang telah diduduki kelompok teroris sejak 2012. Sebanyak 100 ribu penduduk dari kota itu pun berhasil dibebaskan.

Pada Senin 12 Desember kemarin, Tentara Suriah secara resmi mengumumkan kemenangan mereka di Aleppo. Pertempuran Aleppo berlangsung lebih dari empat tahun sejak 19 Juli 2012. Dalam 24 jam terakhir menjelang kemenangan, sekitar 10 ribu hingga 13 ribu warga sipil telah meninggalkan kota. Dengan demikian, berdasarkan laporan, total pengungsi saat ini mencapai sekitar 130 ribu warga.

Meskipun begitu, Perserikatan Bangsa-bangsa memngingatkan hampir 50 ribu orang masih berada dalam kota yang dinilai penting dan dikuasai kelompok militan. Evakuasi menggunakan puluhan mobil ambulans dan bus untuk menyeberang ke sebuah distrik yang dikuasai pemerintah di Aleppo selatan.

Sebelumnya, para pengungsi menghabiskan berjam-jam berkumpul di distrik Al-Amiriyah, distrik di selatan Aleppo. Kantor berita AFP, seperti dilansir Al Jazeera, mengambarkan ribuan orang berkumpul, mengisi kursi bus, bahkan duduk di lantai, mengaku khawatir jika tidak akan ada kesempatan lain untuk melepaskan diri dari wilayah itu.

Ibrahim Abu Allaith, perwakilan Pertahanan Sipil Suriah, kelompok milisi yang menjadi loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad, melaporkan satu orang dan empat orang terluka dalam evakuasi tahap pertama. Evakuasi pertama dipimpin oleh kendaraan Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Suriah, diikuti ambulans dan bus.

Kepala ICRC, Marianne Gasser, mengatakan proses evakuasi bisa memakan waktu beberapa hari. “Tepatnya sampai menit terakhir, belum ada titik terang apakah kami akan masuk ke Aleppo timur,” kata Gasser dalam sebuah pernyataan.

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan sekitar 10.000 orang, termasuk pejuang miliso, kemungkinan besar akan dievakuasi ke Idlib. “Ada sekitar 50 ribu orang, termasuk 40 ribu warga sipil, yang akan pergi ke Aleppo barat,” kata de Mistura.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan telah membahas situasi di Aleppo bersama Rusia dan Amerika Serikat. Ia juga berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel melalui sambungan telepon untuk membahas bantuan kepada orang-orang di Suriah bagian utara.

Bagikan